Assalamualaikum! Saya Aria -sebuah codename- ! Hari ini saya
berkesempatan untuk mewawancarai maskot dari X-1! Ya, siapa lagi kalau bukan
XuhuLiong! Sebenarnya siapakah dia itu? Darimanakah asalnya? Siapakah ayahnya?
Siapakah ayah dari ayahnya? siapakah ayah dari ayahnya ayahnya dari ayahnya?
Siapakah ayah dari ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya dari ayahnya?
Siapakah ayah dari ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya
ayahnya ayahnya dari ayahnya? Siapakah ayahnya dari ayahnya ayahnya dari
ayahnya ayanhnya ayahnya ayahnya ayahnya ayahnya dari ayahnya? Nah, mau tahu
kan? Simak petikan wawancara di bawah ini! Douzo!
A: Aria X: XuhuLiong
A : “Assalamualaikum, XuhuLiong. Bagaimana kabarmu?”
X: “Waalaikumsalam, Alhamdulillah. Kamu?”
A: “Jujur apa tidak?”
X: “Ya jujurlah!”
A: “Jujur, karena saya ingin mewawancaraimu saya jadi sakit
perut.”
X: “Saya pulang ya, Assalamulaikum!”
A: “Eh..Eh bercanda kok!”
Setelah melalui
perang shinobi ke-3, dimana XuhuLiong membuka identitasnya menjadi Sailor Moon
dengan menggunakan jurus Rasengan dan aku berubah menjadi Yui Hirasawa dan
mengalahkan dia dengan jurus “Moe~Moe~Kyun”-ku yang imut dan lucu, akhirnya dia
berhasil aku kalahkan. Wawancara pun kembali.
A: “Sebenarnya apa sih arti namamu?”
X: “Sebenarnya aku malu mengakuinya, tapi aku kasih tahu
deh. X-1 Liar dan Garong.”
A: “Hah? Sabar saja kalau begitu. Bisa deskripsikan dirimu?”
X: “Aku hanyalah orang yang biasa. Sama seperti manusia pada
umumnya.”
A: “ Lalu kamu itu berasal darimana? Kok tidak ada di daftar
absensi siswa? Kamu bolos terus ya?”
X: “Kamu ini...Aku itu ada kok sebenarnya. Tapi, karena aku
terlalu pintar dan terlalu berbahaya,jadinya aku dibuat tidak ada.”
A: “Wah, hebat. Lalu kenapa sih dengan mata kirimu? Kenapa
selalu pakai penutup mata?”
X: “Itu rahasia.”
A: “Kasih tahu dong! Kasihan kan anak X-1 ingin tahu!”
X: “Gak ah! Nanti kalau aku kasih tahu jadi tidak seru lagi!
Nanti aja di akhir!”
A: “Oke, janji ya? Terus kalau rambutmu kenapa merah? Sering
main layangan ya?”
X: “Gaklah! Memang ini karena faktor genetik!”
A: “Ooh...Terus menurutmu seperti apa sih anak-anak X-1 itu?”
X: “Hmm...bagaimana ya? Mungkin seperti kentang goreng yang
dilumuri saus tomat.”
A: “Maksudnya?”
X: “PeA!”
A: “Kamu bisa tidak menggunakan frase yang lebih berkelas?
-_-”
X: “Hmm...Seperti nebula yang menyebabkan dark hole.”
A: “Maksudnya?”
X: “Iya kenangan dalam kelas X-1 itu terkumpul dalam suatu ruang. Ketika mencapai sebuah
titik, yang disebut dengan titik jenuh, ruang itu tak dapat menampung lagi
kenangannya, sama seperti bintang yang tak dapat menampung massaanya sendiri.
Akibatnya terbentuklah sebuah dark hole. Dark hole ini sangat kuat gravitasinya
kan? Begitu juga antara ikatan kita semua.”
A: “A-aku terharu dengan ucapanmu hiks..hiks.”
X: “Sudahlah, walaupun kita akan berpisah, kita masih satu
sekolah kan?”
A: “Iya sih, tapi kan kita tidak bisa sama-sama seperti
dulu. Iya kan?”
X: “I-iya sih hiks..hiks”
Kami berdua pun
menangis tersedu-sedu, di bawah hujan deras yang mendinginkan hati...sambil
mengiris bawang merah. Karena bawang merahnya habis, dan kami tidak punya
kerjaan, kami lanjutkan wawancaranya.
A: “Bagaimana perasaanmu ketika X-1 akan berpisah dan
berpencar ke jenjang yang lebih tinggi?”
X: ”.......”
A: “Hei? Kau tidak apa-apa?”
X: ”.......” (matanya pun mulai berkaca-kaca.)
A: “Baiklah, sepertinya kau tak kuat untuk menjawabnya. Ini
kupinjamkan sapu tangan! Sudah jangan nangis!”
X: “Terima kasih, maaf sudah merepotkan.”
A: “Tak apa, lanjut ke pertanyaan berikutnya. Menurutmu
pengalaman apakah yang tak terlupakan di X-1.”
X: “Semuanya tak terlupakan kok.”
A:”Misalnya ketika kapan?”
X: “Ketika ke dufan, ke NUSA, mengisi waktu pas pelajaran
kosong, bercanda dengan lelucon-lelucon yang suka membuat tertawa saat
mengingatnya kembali. Pokoknya banyak deh! Kalau dibahas semua bisa habis
berhari-hari!”
A: “Benar juga sih. Wah pertanyaan kita sudah habis nih. Eh!
Tunggu! Ada pertanyaan yang terlewat. Kau ini laki-laki atau perempuan sih?”
X: “Enak saja aku ini laki-laki tahu! Tapi karena wajahku
terlalu cantik seperti perempuan, makanya aku sering dikira perempuan.”
A: “T-tapi kamu laki-laki..emm tulen kan?”#bertanya dengan
merinding
X: “Iyalah!”
A: “Berarti kamu suka perempuan kan? Ada tidak perempuan
yang kamu suka di X-1?”
X: “G-gak ah! Malu!”
A: “Ayolah! Kasih tau! Tidak akan aku kasih tahu ke yang
lain kok.”
X: “Sungguh?”
A: “Iya, benar kok!”
X: “Kesinikan telingamu! Awas kalau kau kasih tahu ke siapa-siapa”
XuhuLiong pun
memberitahu saya tentang orang yang dia suka.
A: “Ah...pembaca ternyata XuhuLiong suka sama...”
DUARR! Aku pun
terkena rasengan yang dia lontarkan padaku.
X: “Sudah ya pembaca! Jangan sedih saat kita berpisah! Kita
masih bisa berkomunikasi kok. Kan, kita masih di SMANSA, ya kan?”
Nah, itulah
wawancara saya dengan XuhuLiong. Semoga Anda –khususnya anak X-1- bisa lebih
dekat dengannya. Terima kasih sudah membaca. Wassalamualaikum..sayonara
Oh iya,
ngomong-ngomong kenapa XuhuLiong pakai penutup mata di mata kirinya ya?
